Mengukir Kenangan Terakhir Bersama – Liburan Kelas 6 MI Darul Ulum Pepelegi
- Rabu, 11 Juni 2025
- #liburan #bonang #goamaharani #wbl
- Administrator
- 1 komentar
10 Juni 2025 - Liburan kali ini terasa begitu istimewa dan penuh makna. Pagi itu, semangat tampak menyala di wajah seluruh siswa kelas 6 MI Darul Ulum Pepelegi. Mereka berkumpul di titik penjemputan, membawa tas kecil berisi perlengkapan, bekal, dan tentu saja hati yang penuh antusias. Tak sekadar liburan biasa, ini adalah momen Mengukir Kenangan Terakhir Bersama sebelum mereka melangkah ke jenjang pendidikan berikutnya.
Tepat pukul 07.00 pagi, rombongan diberangkatkan menuju tujuan utama: Wisata Bahari Lamongan (WBL). Sepanjang perjalanan, diawali dengan berdo'a dalam bis, bersholawat dan nyanyian dan gelak tawa mewarnai suasana. Tidak terasa, kami pun tiba di lokasi dengan semangat yang semakin menggebu.
Kegiatan pertama dibuka dengan Tukar Kado Antarsiswa. Momen hangat ini menjadi simbol kenangan indah dan persahabatan yang telah terjalin selama enam tahun. Senyum bahagia terpancar saat masing-masing siswa menerima kado dari teman-temannya, penuh rasa haru dan suka cita.

Setelah itu, rombongan mulai mengantre tiket masuk dan langsung berfoto bersama ikon WBL yang menawan, Putri Negeri Dongeng. Foto bersama ini menjadi kenangan manis yang akan selalu diingat, sebagai simbol kebersamaan dan keceriaan.

Keseruan dimulai! Satu per satu wahana kami jelajahi dengan tawa riang. Kami memulai dengan mencoba Rumah Kucing, wahana lucu penuh warna dan kejutan. Suara kucing menggema, lorong-lorong kecil dipenuhi cermin dan cahaya yang membuat kami tertawa dan saling menggoda saat mencari jalan keluar.
Selanjutnya, nyali kami diuji di Rumah Sakit Hantu. Dentingan alat medis dan cahaya temaram membuat suasana mencekam, tapi justru itu yang membuat kami tertawa histeris. Beberapa dari kami bahkan berpegangan tangan, setengah takut, setengah penasaran, tapi semuanya dilalui dengan keceriaan.
Teriakan semakin riuh saat kami menaiki Roller Coaster. Angin kencang, lintasan tajam, dan tikungan mengejutkan membuat detak jantung berpacu cepat. Tapi semua itu menjadi momen paling seru, karena kami bisa menjerit dan tertawa bersama dalam satu gerbong.

Kami juga menjelajahi Rumah Kaca, tempat di mana bayangan kami berubah lucu dan membingungkan. Ada yang terlihat pendek, ada yang jadi kurus tinggi menjulang—semua tertawa geli sambil tersesat dalam pantulan cermin. Masih banyak wahana lain yang kami nikmati: mulai dari Space Shuttle, Bioskop 3D, hingga permainan air yang menyegarkan. Tak satu pun ingin melewatkan keseruan yang terus mengalir sepanjang hari. Kamera dan ponsel sibuk merekam momen-momen seru, yang kelak akan menjadi memori indah di penghujung masa Madrasah Ibtida'iyahnya.
Usai bermain di WBL, dengan tiket terusan yang dimiliki kami melanjutkan ke wisata Goa Maharani Zoo, sebuah tempat yang memukau dengan keindahan alam bawah tanahnya. Stalaktit dan stalagmit yang menghiasi goa tampak begitu memesona. Lalu di kebun binatangnya, kami melihat berbagai satwa yang indah dan elok—dari burung eksotis hingga rusa dan harimau yang megah. Sungguh pengalaman yang menambah wawasan sekaligus menenangkan hati.
Perjalanan belum selesai. Tujuan terakhir kami adalah Ziarah ke makam Wali Tuban, Syekh Maulana Makhdum Ibrahim, atau yang lebih dikenal sebagai Sunan Bonang. Di makam yang penuh ketenangan ini, seluruh siswa berdoa khusyuk, dipimpin oleh Bapak Muhith dan Bapak Muslih Syakur. Dalam doa, kami memohon agar diberi kelancaran dalam berpikir, ilmu yang bermanfaat, dan semoga dapat menjadi pribadi dengan akhlak yang baik untuk agama, nusa, bangsa, dan lingkungan sekitar.

Setelah ziarah, rombongan diberi kesempatan untuk Berbelanja oleh-oleh sejenak, membeli kenangan kecil dari Tuban. Uniknya, kami kembali ke bus bukan dengan jalan kaki, melainkan dengan menaiki Becak yang telah disediakan oleh pemerintah setempat, pengalaman sederhana namun sangat berkesan. Wajah-wajah lelah namun bahagia terlihat jelas saat kami tiba di bus sekitar pukul 8 malam. Perjalanan pulang menuju Sidoarjo terasa hangat dan penuh cerita. Sekitar pukul 11 malam, bus kami tiba di sekolah, dan sudah banyak wali murid yang dengan setia menunggu untuk menjemput anak-anak mereka. Pelukan, senyum, dan ucapan syukur mengakhiri liburan ini dengan penuh haru.
Liburan ini bukan sekadar rekreasi. Ini adalah momen untuk mengukir kenangan terakhir bersama di bangku kelas 6, sebelum melangkah ke jenjang yang lebih tinggi. Kami pulang dengan hati penuh kenangan, cerita, dan pelajaran yang akan selalu dikenang sepanjang hidup. Liburan ini bukan hanya tentang tempat yang dikunjungi atau wahana yang dinaiki. Ini adalah tentang Persahabatan, Kebersamaan, dan Kenangan Terakhir yang akan terus hidup di hati setiap siswa kelas 6 MI Darul Ulum Pepelegi. Sebuah penutup manis dari perjalanan panjang enam tahun yang penuh cerita.
1 Komentar
Artikel Terkait
“Serunya ODL 2025: Dari Guyuran Air Keraton Waterpark hingga Petualangan Futuristik di Garudafood!”
Sabtu, 15 November 2025
Dua pendekar cilik MI Darul Ulum Pepelegi kembali ukir prestasi di ajang Pencak Silat Probolinggo Championship 2025.
Minggu, 28 September 2025